Wednesday, March 16, 2005

Takdir itu milik Allah

Pagi tadi gw belajar satu hal penting yang semua orang sebenernya udah tau,tapi ga semua orang mengerti betul makna didalamnya, yaitu TAKDIR. Rejeki,nikmat,karunia atau apalah namanya dan juga bencana,musibah,duka atau apalah juga namanya semuanya dari Tuhan sang pemilik jagat ini. Dia-lah yang mengatur semuanya hingga manusia takkan sanggup menolaknya. Kebahagiaan yang hadir tentu saja membuat setiap orang setidaknya tersenyum atau bahkan menangis haru,meski tak jarang yang mengucap syukur atasnya. Kemalangan akan membuat orang bersikap tidak selayaknya; marah,sedih,kecewa,dendam,dengkin bahkan menangis mungkin karena merasa Tuhan tak adil. Padahal sebenarnya bukan Tuhan tak adil, tapi memang itulah jalan yang harus dilaluinya dan sering kita menyebutnya dengan cobaan. Tak ada satupun orang yang mengharapkan celaka. Namun tak seorangpun mampu menolaknya. Seperti yang gw lihat tadi pagi di seberang pabrik roti Khong Guan - Ciracas, ada seorang anak SD yang sedang menunggu angkot bersama ibunya untuk pergi ke sekolah. Melihat caranya berdiri yang agak jauh dari jalanan membuatnya aman dari banyaknya motor yang beradu dengan mobil. Tapi siapa sangka malang tak dapat ditolak. Tiba-tiba saja ada bapak-bapak yang sedang menuntun motornya dalam keadaan mesin menyala tak kuasa menahannya sehingga motor tetap berjalan tanpa arah. Akhirnya motor yang masih dicoba dikendalikan pemiliknya itu sontak menabrak bocak SD tadi dan ibunya. Bocah tersebut masih dapat berdiri dan mungkin shock setelah motor tersebut masih berjalan melewatinya. Si ibu yang akhirnya juga tertabrak sepertinya tersangkut stang karena melihatnya berlarian mengikuti jalannya motor. Sambil terus melihatnya ngomel, akhirnya motor itu bisaa berhenti juga. Hingga kejadian itu hilang dari pandangan mata, gw tak hentinya ber-istighfar....Salah siapakah kejadian tadi? Pemilik motor? Tapi dia kan tidak sedang mengendarainya. Si anak SD n ibunya tentu saja tidak salah... Apakah kita harus menyalahkan Tuhan yang membuat semuanya terjadi? Tanpa harus saling menyalahkan, sebaiknya kita lebih mawas diri karena takdir yang berupa kebahagiaan dan musibah datangnya bisa kapan saja,dimana saja dan menimpa siapa saja.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home